sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Business

Technology

Life & style

Games

Sports

Fashion

» » » Terima Kasih Pak Riyadh

Terima Kasih Pak Riyadh, Telah Mengantarkanku Ke Jogja


Apa yang anda bayangkan ketika mendengar nama Yogyakarta?, tentu persepsinya akan macam-macam, tergantung dari perasaan masing-masing. Bagi yang sudah pernah ke Yogyakarta mungkin mereka akan membayangkan tentang Malioboro, Keraton Yogyakarta, Gembira Loka Zoo, Monumen Jogja Kembali (Monjali), UGM, UNY dll. tetapi bagi yang belum pernah berkunjung mungkin mereka akan membayangkan sesuatu yang mereka tahu tentang Yogyakarta dari rekan, media, internet dsb.

Saat-saat yang mendebarkan bagi saya adalah ketika saya harus berangkat ke Yogyakarta, dengan tujuan melanjutkan study ke perguruan tinggi, waktu itu tahun 2002, setelah menyelesaikan ujian akhir nasional, selang beberapa hari kemudian, Saya, teman seangkatan, Guru dan karyawan sekolah berangkat menuju Yogyakarta dengan tujuan study tour. Lazimnya study tour adalah setelah sampai ketujuan dan selesai dari sebuah perjalanan yang panjang melelahkan namun berkesan, akan kembali pulang ke kampung halaman, namun dari awal saya sudah bertekad, ingin melanjutkan kuliah, terpaksa saya tidak kembali pulang bersama rekan-rekan.

Saya ditemani guru yang bijaksana dan penuh kasih sayang, berhenti di sebuah perempatan, yang belakangan saya ketahui bahwa itu adalah perempatan ringroad Jl. Kaliurang. Ketika teman-teman hendak menuju ke wisata Kaliurang, saya Pak Riyadh, dan Istrinya Ibu Rosyidah serta seorang putrinya Dek Rahmah turun. Pasangan suami Istri yang menjadi guru di MAN Karangampel Indramayu ini ikut turun menemani saya.

Sebelum berangkat ke Yogyakarta, saat masihl kelas 3 MAN, saya pernah mengutarakan niat saya ke Pak Riyadh, bahwa saya ingin kuliah ke Yogyakarta, saya pun tanpa rasa malu menyampaikan bahwa, keinginan saya ini tidak didukung finansial yang kuat, Ibu saya hanya pedagang Nasi di pasar, yang penghasilannya tidak seberapa, sedangkan ayah saya sudah meninggal sekitar tahun 1989, saat saya masih berusia 7 tahun. 

Niat saya disambut baik oleh Pak Riyadh, beliau bersedia membantu saya kuliah ke Yogyakarta, kebetulan Pak Riyadh dan Ibu Rosyidah ini dulu pernah sama-sama kuliah di Yogyakarta. Jadi beliau paham betul tentang Jogja.

Saat itu saya sungguh terkesan dengan pengorbanan beliau dan Istri, yang rela membantu saya mencarikan tempat tinggal di Jogja, saat Kami turun di perempatan ringroad jalan kaliurang, kami di datangi oleh salah seorang yang belakangan kuketahui adalah adik kandung Pak Riyadh, yang kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta, Mas Ayun, namanya.

Dengan bersepeda Motor, mas Ayun menunggu kedatangan kami, setelah berbincang beberapa saat, kami melanjutkan perjalanan ke subuah dusun, setelah sampai di tempat tujuan, kami disambut hangat oleh seorang Bapak-bapak beserta Istrinya, beliau adalah Pak Musthafa, dosen Universitas Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. rupanya mereka sudah saling mengenal.

Pak Riyadh dan Istri kemudian mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan kami ke rumah beliau, sampai pada kesimpulan bahwa, Pak Riyadh dan Istri menitipkan saya kepada keluarga Pak Musthafa agar dapat bertempat tinggal di situ. Keluarga Pak Musthafa menerima saya dengan baik, mereka pun dengan senang hati menerima permohonan kami.

Setelah kuketahui tempat tinggal Pak Musthafa berada di dusun Mundusaren, Caturtunggal, Depok, Sleman. di sisi kanan rumah beliau terdapat pondok pesantren yang memang dikhususkan untuk mahasiswa, saat itu sudah ada beberapa Mahasiswa yang tinggal di sana. Terima kasih Pak Riyadh.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post