sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Business

Technology

Life & style

Games

Sports

Fashion

» » Masjid Tertua di Indonesia

Masjid Tertua di Indonesia ada di Banyumas



foto: viva.co.id
Menurut catatan sejarah, Saka Tunggal Cikakak adalah Masjid tertua di Indonesia, masjid ini terletak di desa Cikakak kecamatan Wangon kabupaten Banyumas. Saka tunggal sendiri jika diterjemahkan bebas ke dalam bahasa Indonesia berarti tiang satu, disebut Saka tunggal karena di dalam ruangan Masjid terdapat sebuah tiang penyangga masjid yang berjumlah satu. 

Tahun berdirinya masjid ini bisa dilihat seperti yang tertulis pada pahatan salah satu sisi tiang penyangga yang bertuliskan 8821. angka tersebut dalam tarikh (sejarah) dibaca terbalik yaitu 1288, yang berarti 1288 M. Penggagas berdirinya Masjid ini adalah mbah Mustholih, asal-usul dan siapa Mbah Mustholih sendiri tidak tercatat dalam sejarah, namun warga setempat mayakini bahwa beliaulah pendiri Masjid saka tunggal ini.

Seiring berjalannya waktu, di beberapa bagian masjid ini ada yang mengalami perubahan, seperti pada bangunan dinding masjid, yang dulu hanya terbuat dari kayu, sekarang sudah berganti menjadi tembok. Namun begitu, perubahan ini tidak begitu signifikan, sehingga bentuk keaslian masjid ini samsih terjaga, sebab saka / tiang masjid ini masih ada dan kokoh berdiri sejak awal pembangunan hingga saat in. 

Nama lengkap masjid ini adalah Masjid Saka tunggal Baitussalam, masjid yang berukuran 12 x 18 M. ini mempunyai keunikan tersendiri, seperti pada bangunannya, walaupun telah dibangan ratusan tahun yang lalu, tetapi masjid ini memiliki nilai arsitektur yang tinggi, ini terlihat dari sisi-sisi tiang penyangga yang telah diukir dengan motif bunga warna-warni, serta empat kayu yang terdapat pada sisi-sisi saka tunggal. 

Masjid ini masih mempertahankan tradisi adzan tanpa pengeras suara, uniknya muadzin di masjid ini dilakukan oleh 4 orang sekaligus, dan empat orang muadzin ini memakai baju yang sama, yaitu berwarna putih, selain baju, pada bagian kepala tidak memakai kopyah, sebagaimana lazimnya masyarakat indonesia, tetapi memakai udeng / pengikat kepala, pakaian empat orang muadzin ini, sama seperti yang dipakai Imam di Masjid ini.

Diolah dari berbagai sumber

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post